31 March, 2008

Practice Cutting Nets

Practice Cutting Nets

Zig Ziglar

In 1974, Digger Phelps, the Notre Dame basketball coach, was preparing his team to meet the perennial national champion UCLA Bruins in a basketball game. UCLA was the overwhelming favorite. The gamblers had "taken the game off the boards" because everyone knew Notre Dame did not have a chance. Everybody, that is, except Digger Phelps and his team.

He prepared them in an unusual way. On Monday after practice, he had his team go to the ends of the courts and cut down the nets. If you know anything about basketball, you know that the only time that action is taken is when there’s been a very significant game involving the winning of a championship or a victory over a heated rival. On Tuesday, at the end of the practice session, they went down to the ends of the courts and cut down the nets. They repeated that action on Wednesday, and by Thursday, those players had gotten to be downright good at cutting down the nets. By Friday, the nets were brought down with true professionalism. Saturday afternoon, when the game was over and UCLA had gone down in defeat, the Notre Dame players cut down the nets with even more passion. They had accomplished their objective.

Obviously, I’m not going to hint even mildly that cutting down the nets was the reason they won the game, but consider this: They were able to cut down the nets because all week long, they had planned to win. All week long, they had prepared with exciting, hard-working practices to win. All week long, as they cut down the nets, it was being more and more firmly established in their minds that yes, they really were going to win, and this is what would happen when they did. That’s sound preparation.

Whatever your objectives in life, plan to win and prepare to win, and then you can expect to win — which means I really will see you at the top!

3 hal……

Seorang wirausahawan yang tangguh harus memiliki :

  • Kekuatan
  • Keberanian
  • Kejujuran

Karena dengan 3 hal itulah wirausahawan sejati akan eksis menjadi leader sejati.

Dan seorang Leader yang eksis apabila dapat : 

  1. Membuat keputusan unutk membangun sebuah tim
  2. Dapat mengumpulkan sebanyak mungkin pemain terbaiknya
  3. Berani membayar harganya
  4. Melakukan segala hal bersama
  5. Tim mempunyai tanggungjawab dan otoritas
  6. Beri penghargaan serta pujian
  7. Ciptakan kesempatan yang sama pada semua tim baru
  8. Berikan tim kesempatan yang terbaik untuk sukses thumb-1BERSATU.jpg

 

28 March, 2008

Cara Berpikir Orang Sukses

"Successful people think differently than unsuccessful people"

Ungkapan ini berusaha menjelaskan bahwa perbedaan utama antara orang sukses dan orang gagal ada pada cara berpikirnya. Mereka yang sukses adalah mereka yang selalu menggunakan kekuatan berpikir untuk terus memperbaiki hidupnya sehingga lebih baik.

Orang-orang yang sukses ini adalah mereka yang memiliki tipe berpikir positif. Tipe berpikir orang-orang sukses ini adalah:

1.  Big picture thinking bukan small thinking
   Cara berpikir ini menjadikan mereka terus belajar, banyak mendengar dan terfokus sehingga cakrawala mereka menjadi luas.

2. Focused thinking bukan scattered thinking
    Sehingga dapat menghemat waktu dan energi, loncatan-loncatan besar dapat mereka raih.

3. Creative thinking bukan restrictive thinking
    Proses berpikir kreatif ini meliputi: think-collect-create-correct-connect.

4. Realistic thinking bukan fantasy thinking
    Memungkinkan mereka meminimalkan risiko, ada target & plan, security, sebagai Katalis dan memiliki  Kredibilitas.

5. Strategic thinking bukan random thinking
    Sehingga simplifies, customize, antisipatif, reduce error and influence other dapat dilakukan.

6. Possibility thinking bukan limited thinking
    Mereka dapat berpikir bebas dan menemukan solusi bagi situasi yang dihadapi.

7. Reflective thinking bukan impulsive thinking
    Memungkinkan mereka memiliki integritas, clarify big picture, confident decision making.

8. Innovative thinking bukan popular thinking
    Menghindari cara berpikir yang awam untuk meraih sesuatu yang lebih baik.

9. Shared thinking bukan solo thinking
    Berbagi pemikiran dengan orang lain untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

10. Unselfish thinking bukan selfish thinking
     Memungkinkan mereka berkolaborasi dengan pemikiran orang lain.

11. Bottom line thinking bukan wishful thinking
     Berfokus pada hasil sehingga dapat meraih hasil berdasarkan potensi pemikiran yang dimiliki.

Sukses Selalu,

Kata maaf……..

Berbicara tentang ‘maaf’, konon tiap orang mempunyai beragam latar yang membuat kata itu terlontar. Sebagai bentuk manifestasi ‘pengakuan’ kesalahan yang dilakukan, kata ini seyogyanya diucapkan dengan tulus dari hati. Bukan sekadar basa-basi. Kata maaf dapat di haturkan karena ketidaksengajaan yang berakibat fisik kepada orang lain. Ada orang yang melontarkannya ketika tak sengaja menyenggol orang lain, menginjak kaki orang lain, menubruk atau sampai menabrak orang lain. Tak dinyana, kekhilafan menuntut permintaan maaf dari pelaku bersangkutan.

Kata maaf juga dihaturkan karena ketidaksengajaan atau bahkan kesengajaan (?) yang berakibat psikis kepada orang lain. Misalnya, membuat orang lain kebingungan, mangkel, malu, dan bahkan sakit hati. Kebiasaan meminta maaf merupakan perilaku yang tidak dibentuk sekejap, tapi melalui proses panjang segenap interaksi yang terjadi dalam keluarga mapun lingkungan sekitar. Berawal dari ’pembiasaan’ sampai akhirnya menjadi ’kebiasaan’ yang positif.

Selain meminta maaf, ada sikap yang lebih penting lagi yaitu memberi maaf. Meminta maaf menunjukkan jiwa yang besar, tapi memberi maaf membuat jiwa menjadi kaya. Robert D. Enright, periset tentang keampunan, menyatakan bahwa memberi maaf merupakan faktor signifikan dalam penyembuhan yang bersifat psikis. Perbuatan memaafkan berarti respon kemurahan hati seseorang terhadap orang yang telah menyakitinya. Dalam memaafkan, orang mengganti perasaan negatif, pikiran negatif, dan perilaku negatif terhadap orang yang berbuat salah kepadanya dengan perasaan, pikiran, dan perilaku yang positif.

Memaafkan orang lain yang telah berbuat sewenang-wenang merupakan sebuah sikap yang paling mulia di dalam ajaran agama. Sikap ini tidak akan bisa dilakukan kecuali oleh orang-orang yang bersih hatinya, dimana ia lebih menyukai kebaikan ketimbang membalas kejahatan orang tersebut. Allah berfirman:” Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. (Q.S Ali Imran:134). Semoga kita semua mampu menjadi orang yang ‘kaya’ hati.

Disalin oleh : Djembadi ID Tianshi No.911.438.85

Hadist Riwayat Muslim

 

Ini kiriman dari my leader: Diceritakan dari Abu Dzar r.a katanya seseorang bertanya kepada Rasullululah saw: "Bagaimana pendapat Anda, ya Rasullulah, tentang seorang laki-laki yang melakukan amal kebajikan, lalu dia dipuji orang banyak"

Jawab Rasullulah saw: "Pujian itu adalah pendahuluan berita gembira bagi orang mumin" 

25 March, 2008

Miliki Passion, Anda akan Sukses!

February 24, 2008

Miliki Passion, Anda akan Sukses!

Character Building Anda hanya akan sukses bila berhasil membantu orang lain mencapai sukses. Inilah hukum yang berlaku didunia direct selling (Tianshi Network Marketing). Bahwa kesuksesan tidak bisa diraih sendiri, melainkan didapat sam membantu dan dibantu orang lain. Ketika anda membantu beberapa orang sukses memperoleh penghasilan yang layak dari usaha mereka sendiri, anda akan mendapatkan hal serupa, tentunya dalam ukuran yang jauh lebih besar. Bila ingin mendapatkan sukses seperti ini, lakukan metode PALM. Ini singkatan dari kata Passion (P), Action (A), Leadership (L), dan Mindset (M). Dan disertai dengan keinginan yang sangat kuat untuk meraihnya dengan membuat Fokus (Impian) yang jelas dengan waktu 2, 3, 4 tahun.

Kita memang tidak dapat merubah arah angin, tapi kita dapat merubah arah kehidupan, mau seperti apa nanti kita kedepan.

Dan bisnis inilah yang membuat sebagian orang mencapai taraf hidup Passive Income (informasi from my leader Mas Poedjo) dan dengan bisnis inilah yang murah meriah, yaitu bisnis MLM (mulut lewat mulut) Tianshi. Karena intinya kita membangun asset jaringan pemakai (ingin informasi lebih lanjut tanyakan ke Mas_Poedjo).

Ditulis kembali oleh:
Suntiani
ID Tianshi No.910.65615
Kiriman : My-Leader Mas_Poedjo 

How to Build a Viable Network Marketing Business

December 23, 2006

As in every business endeavor, some companies without adequate planning, solid foundation and logistics, open shop as network marketing companies, but go under sooner than later causing losses to members instead of the promised gain.

Most other companies (unethical pyramid schemes not backed by useful products) deliberately offer opportunities which are by all means unprofitable to members. Every one unsuccessful network marketer, therefore, creates as many other disgruntled individuals as he or she had introduced into the business.

However, do not let other people’s failures deter you from succeeding. No matter the misgivings associated with Network marketing, evidence abound that this system of “direct sales” business of consumers dealing directly with producers is continuously being adopted by many companies around the world. Very many people are also turning their lives around reaping great rewards doing the same thing most other individuals readily scuff at as too hard and unprofitable.

The reason for failure is just the opposite of the reason for success. You must avoid going into any business without adequate planning, knowledge of the particular business as your foundation, and then WORK, work the knowledge you must have acquired of your chosen program, for these are the three basic necessities that make success in any endeavor.

TO BE ABLE TO IDENTIFY A VIABLE COMPANY IS GOOD PLANNING

A viable company should be product backed.
The company has a physical headquarter-address.
The company’s compensation plan is reasonable and paid as and when due.
There is a track record of company and member’s success.
The company has been around for more than five years.
The company is continuously spreading to other countries.
Membership is international.
The company keeps to its promises to members, e.g. special awards etc.

You see, an adage here says: “It is not wise to give a bad coin to a friend, relative or neighbor, because it dents relationships”. Be sure that any company you chose to join its network marketing business is a successful one. Since network marketing is about introductions, let it not be your lot to introduce anyone to failure. So unless you are absolutely sure of the company you have signed up with, work for your close associate to see your success and voluntarily join you. Images of disrepute hardly goe away, you know.

So you are not satisfied with your ability to settle your bills, your freedom scope, and you are surely in need of a better income stream, but you have heard about numerous failed network marketing schemes or have tried some schemes yourself that did you no good, so you condemn all as worthless? Well, let me tell you here and now that counterfeit is the opposite of the real thing, so find it, find the real thing, it is available.

SUCCESS

Success is like thunder; it requires a lightening which requires a stormy condition to strike. So first you need a goal, a desire to be whatever you want to be, then secondly you need a vehicle for reaching your goal, a solid well oiled vehicle, thirdly, you must learn to drive that vehicle to your goal, to your success.

HOW TO BE SUCCESSFUL IN NETWORK MARKETING

If you join a network marketing company you do so because you want to increase or supplement or engineer a huge conduit pipe of income stream. So the best way to go about recruiting down lines to help you achieve your goal is to go for those who have the same mindsite as you do. People who are motivated like you, people who are on the lookout for business ventures, people who are prepared to understand what it is all about. People who are hungry for success. PEOPLE WHO ARE READY TO CAUSE THE ACTION THAT MUST IMPACT ON THEIR LIVES AND CREATE THE REQUIRED CHANGE FROM SUBSISTENCE TO AFFLUENCE. People who are of this mindset might not be available in your neighborhood, and even if you find a few of them in your locality, remember that you need to build a huge network, so you require quite a good number of such people if you must succeed.

So what must you do?

You must reach out just like a successful network marketing company, spreading your tentacle around the world – thanks goodness – the internet is now here.

HOW TO RECRUIT HUNGRY PROSPECTS

You need a website for your business. This is where people get a first hand information on your business. Your site must speak straight to your prospective visitors about the business. It must be easy to understand what you are putting across, and offer the opportunity of signing up or ordering your products online.

So how do you get those who are hungry for success to visit your site and get to know about your offer?

You may buy a list of people who want to start a new business online and phone them to sound them out on their intentions and see if they fit your scheme. However, beear in mind that not all of them will be interested in your offer. Some will show interest without commitment, so be sure to spend your time only with the overtly interested, they are the ones who will do it like you, the ones who will make your strong legs in the network. Have your website linked to related sites and write articles about your business and submit to article directories regularly. Signup with entrepreneurial emailing programs. Only entrepreneurs signup in these kinds of programs so that anyone who joins your network from there is very likely to come with the advantage of a practicing network marketer.

If you need to increase your earnings, then to achieve your goal, you must remember to: plan, study and work your knowledge of a viable company, introduce leaders into your network and watch the floodgate of exponential income open for you in your network marketing business.
Lets joint us in the Network Marketing of Tiens.

Information From :
Suntiani
Tianshi ID No:910.65615 

 

 

14 March, 2008

Peluang…..

 

Peluang atau kesempatan itu tidak datang dua kali.

Peluang atau kesempatan itu ternyata itupun tidak datang begitu saja tapi ada juga saatnya, sehingga ketika saat itu datang anda harus memanfaatkannya dengan baik. Seperti yang dialami oleh my Leader, dan Leader yang hebat adalah Leader yang baik dan hebat yang mempunyai  personal value dalam memaknai hidup. Dan Leader besar  adalah  yang sangat dihormati karena ilmunya, karena kepribadiannya, serta  visi  dan misinya.

Dan begitu penawaran anda untuk ikut bergabung dengan kami yang aktif sebagai Network Builder dengan Teamwork yang solid dan kuat untuk membangun asset.  

Anda berminat bergabunglah dengan TEAM kami.
Semoga anda sukses.

 

Tulisan Arief Hartono
ID Tianshi No.910.74520 
Kiriman email dari Mas Poedjo is my Leader. 

12 March, 2008

POSITIVE THINKING

“Positive thinking” merupakan suatu kata yang mudah diucapkan, namun sangat sulit dilaksanakan, terutama dalam kondisi marah, suffered dan sakit hati. Dalam keseharian kita, hal-hal negatif selalu kita temukan, namun tingkat kesuksesan kita untuk mengatasi hal tersebut mungkin belum sampai pada level yang seharusnya, termasuk saya sendiri.

Manakala pagi hari kita berangkat kerja dalam kondisi marah sama anak atau istri, misalnya karena tiba-tiba minta diantar karena tidak ada jemputan, membuat kita mengomel dan gaya menyetir kita menjadi “grabag-grubug” seenak beronya (bhs: Betawinya).
Akibatnya, kita ngebut di jalan dan nyerempet sepeda motor. Jadilah urusan lebih panjang, kekantor tertunda untuk negosiasi dengan pengendara sepeda motor, anak semakin cemberut karena diomelin dan telat, dan akhirnya apa yang dikhawatirkan yakni “serba telat” benar-benar terjadi, belum termasuk dimarahin boss karena kerja tidak selesai. Dalam hal ini kita selalu menyalahkan orang lain atas kejadian tersebut.
Padahal kalau kita mau introspeksi, kejadian tadi semua salah kita. Apabila kita runut, sebenarnya kita bangun siang, pekerjaan di kantor belum beres, dan mental kita isinya “negative thinking” semua negatif muncul takut telat, takut dimarahin boss, sopir jemputan nggak becus dsbnya, pokoknya “blame others”-lah. Akibatnya ternyata semua negatif itu benar-benar terjadi.
Nah kalau seandainya kita tadi memiliki “positive thinking” atau “khusnudz dzon” dan memiliki “abundance mentality” atau mental kelimpahruahan, maka hal di atas tidak akan terjadi. Yang ada adalah dengan senyum kita antar anak kita, kita happy – anak happy, tidak ada srempetan dengan motor, ke kantor tidak terlambat, kalau mau telat kan masih bisa izin sebentar, dan pekerjaan hari itu di kantor maupun sepulang ke rumah semuanya lancar dan happy ending.

10 March, 2008

Jadilah “CORE PERSON”

Para networker,

Anda tahu apa yang dinamakan "Core Person", seperti halaman blog sebelumnya, berarti anda memang ingin sukses menjalani Bisnis Network Marketing Tianshi. 

Saya menyarankan segelah anda menjadi Core Leader apabila anda ingin segera sukses dalam jangka waktu cepat, kenapa?. Karena dengan menjadi core person anda berarti memang telah menpunyai komitmen kuat untuk mencapai peringkat *8 (baca: bintang delapan).

Kenapa harus "CORE PERSON", karena Core Person adalah merupakan orang orang inti yang ingin sukses menjalani BISNIS ini, karena kalau bisnis dijalankan secara asal-asalan maka hasilnyapun akan asal-asalan, apabila dijalankan secara serius hasilnyapun akan serius, tergantung cara anda memandangnya.  

Dan apabila sepanjang anda mengikuti terus saran-saran up-line anda termasuk juga (Mas_Poedjo) dijamin bisnis anda akan berkembang dengan pesat.

 

kiriman e-mail :
dari Up-Lineku POEDJO SOEPRAPTO