Optimis vs Pesimis
Hmm.. tanggapan si pesimis sahabatnya itu. “Matahari terarlu terik. Tumbuhan kita akan mati karenanya. Tanah akan menjadi gersang.”
Saat memasuki musim hujan. Petani optimis mengatakan, “Wah.. benar-benar pada waktunya. Tumbuhan kita akan menjadi segar dan tumbuh subur. Tanah kita akan kecukupan air.” Lagi-lagi si pesimis berkata, “Aduh.. terlalu banyak curah hujannya. Ini akan merusak tumbuhan. Mungkin kita terpaksa harus memanen lebih awal sebelum ini menjadi rusak.”
Kawan, hidup pesimis, dipenuhi kekhawatiran tidak akan menyelesaikan masalah. Hidup menjadi terasa berat dengan ketakutan yang kita ciptakan sendiri. Bayangan ciptaan kita yang mungkin tidak sepert itu. Percaya atau tidak, banyak energi yang kita buang untuk hal-hal pesimis. Bukankah lebih baik energi negatif itu kita salurkan untuk memikirkan hal-hal yang positif yang dapat membangun kehidupan kita?
Dan motivasi diri dilakukan tidak hanya uang semata, tapi membangun Visi maju dan sejahtera bersama-sama or together we share. Ok
- From my leader | Time: 2:35 pm (UTC+8)
