7 July, 2008

Tukang Ojek berubah hidupnya

                                                             Wailudi

WAILUDI LAMUSI adalah salah seorang penerima reward LUXURY CAR yaitu sebuah Mercy C230 Sport tahun 2006 di Jakarta. Ia telah membuktikan bahwa TIANSHI bisa mengubah taraf hidupnya dari seorang pengojek menjadi seorang Leader. Wailudi pernah bergaji Rp. 700.000-800.000 di sebuah

pabrik. Kini pendapatannya mencapai belasan rupiah tiap bulannya.

Waludi Join di TIANSHI pada bulan Maret 2003 saat ia tidak memiliki pekerjaan. Untuk memenuhi nafkah keluarganya, Wailudi harus mengojek setiap hari. Ia mengenal TIANSHI tanpa sengaja. Saat itu Wailudi sedang bertandang ke rumah teman, Lukman Hakim yang kini menjadi uplinenya. Saat itu Lukman sedang berbincang-bincang tentang marketing plant TIANSHI dengan Gembong Pudjianto, (peraih Reward BMW di Malaysia 2005) Disitulah Wailudi tahu bisnis TIANSHI. Tidak sulit bagi Wailudi memehami marketing plan, karena ia pernah menggeluti MLM. Bisnis ini memang lumayan. Mensponsori satu orang saja, bisa langsung mendapat Rp. 485 ribu. Kalau saya ngojek, dalam satu bulan belum tentu bisa mengumpulkan uang sebanyak itu. Bisa jadisaya harus ngojek setiap hari baru mendapatkan uang itu.
Wailudi berfikir, “nggak mungkin dalam waktu 30 hari saya tidak bisa merekrut satu orang bintang 3. Keyakinan ini muncul dalam hatinya, apalagi setelah mengikuti Sukses Seminar yang waktu itu menghadirkan Louis Tendean sebagai pembicara.

Diseminar tersebut Wailudi bisa melihat orang-orang sukses dengan berbagai latar belakang. Hanya saja waktu itu Wailudi nggak punya uang sebagai modal untuk langsung bergabung bintang 3. Dari mana saya dapat uang sebanyak itu ? Kondisi saya sedang susah saat itu. Saya sudah pinjam kesana-kemari tapi nggak dapat juga. Wailudi terpaksa menjual motornya dengan harta sekitar Rp. 6.400.000,-. 2 jutanya buat join bintang 3 lebihnya buat biaya operasional. Saya targetkan waktu tiga bulan harus sudah bintang 5. Kalau tidak uang yang saya miliki sudah tidak ada lagi. Ternyata target tersebut tidak bisa dipenuhi, inilah masa-masa sulit bagi Wailudi dan keluarganya. Saya harus menggadaikan televisi, baru pada bulan keempat saya berhasil menjadi bintang 5. Wailudi mengawali membangun jaringan dari orang-orang dilingkungannya. Ia menawarkan bisnis ini kepada teman-temannya, terutama mereka yang pernah berkecimpung di MLM. Dari sekian yang ditawari seperti biasa ada yang tertarik dan banyak juga yang mengejek.
Bahkan begitu ada pesawat diudara teman-teman langsung meledek saya: Tuh …. Pesawatnya pak Wailudi !! ini yang sempat membuat saya sakit hati, toh bagi dia ejekan semacam ini justru menjadi pijakan untuk memompa semangat.Suatu ketika saya akan buktikan pada mereka. Mereka bersikap seperti ini kan karena mereka tidak tahu. Mereka tidak pernah dating ke OPP, sementara saya lihat dengan mata kepala saya sendiri bahwa semua ini benar, banyak orang berhasil di bisnis ini.

Dalam perjalanan waktu Wailudi merasa untuk meraih Bronze Lion (BL) ternyata tidaklah sulit Cukup memiliki dua orang saja yang sama visinya dengan kita. Dan di bisnis ini semua orang bisa menjadi BL. Asalkan mereka tidak berhenti, karena minimal memiliki dua kaki saja.

(Pesan moral: Kalau seorang tukang ojek yang anda anggap BODOH bisa meraih REWARD MERCY C.230 bagaimana dengan anda yang berpendidikan S1, S2, atau S3…..?

Anda ingin bergabung:
Kirim data ke:
unicoreunicare@gmail.com
 



 


Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://ibnoe.blogsome.com/2008/07/07/tukang-ojek-berubah-hidupnya/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.